Selasa, 24 Maret 2009
a letter to my sista !
Dear sister….., life is never flat, life isn’t always easy. But whatever happened in life. Life is a gift. So keep your spirit. Never give up and cheered up !! because god has already given us a chance to experience this life. So don’t waste ur lovely, worthy and wonderful life by being sad and terrified. Be happy…… and always be kind. To this life, to everyone. And especially 2 urself. Because you are precious…. Fight!!! Sen hap…. hap
susunan kehidupan
Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.
Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra.
Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.
Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.
Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.
” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)
Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”
Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.
Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.
***
Sahabat, seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.
Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.
Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.
Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.
Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.
Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.
Selamat menyusun potongan hidup Anda!!
http://www.resensi.net/susunan-kehidupan/2009/03/17/
artikel ini aku copy dari site diatas. membaca artikel diatas membuatku terhenyak sejenak. lalu aku pun terdiam dan berfikir betapa aku telah melewati kehidupan yang dangkal. betapa bahwa sekian bulan ini aku sudah melupakan bahwa hidup bukanlah melulu penuh tekanan. bahwa dibalik semua keruwetannya ada kebahagiaan dan keceriaan. benar kata si penulis, aku orang dewasa yang memandang dunia dari sudut yang salah, bagiku dunia orang dewasa adalah dunia penuh kerja keras dan keruwetan-keruwetan yang njelimet dan bikin mumet. padahal dunia juga menyimpan kenyamanan... dunia adalah permainan yang mengasyikkan. seharusnya kita melewatinya dengan senang. hidup adalah perjalan yang sibgkat kawan maka lewati hidupmu yang singkat ini dengan seyum lebar dan jiwa yang tegar.
Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra.
Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.
Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.
Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.
” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)
Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”
Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.
Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.
***
Sahabat, seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.
Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.
Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.
Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.
Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.
Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.
Selamat menyusun potongan hidup Anda!!
http://www.resensi.net/susunan-kehidupan/2009/03/17/
artikel ini aku copy dari site diatas. membaca artikel diatas membuatku terhenyak sejenak. lalu aku pun terdiam dan berfikir betapa aku telah melewati kehidupan yang dangkal. betapa bahwa sekian bulan ini aku sudah melupakan bahwa hidup bukanlah melulu penuh tekanan. bahwa dibalik semua keruwetannya ada kebahagiaan dan keceriaan. benar kata si penulis, aku orang dewasa yang memandang dunia dari sudut yang salah, bagiku dunia orang dewasa adalah dunia penuh kerja keras dan keruwetan-keruwetan yang njelimet dan bikin mumet. padahal dunia juga menyimpan kenyamanan... dunia adalah permainan yang mengasyikkan. seharusnya kita melewatinya dengan senang. hidup adalah perjalan yang sibgkat kawan maka lewati hidupmu yang singkat ini dengan seyum lebar dan jiwa yang tegar.
Senin, 23 Maret 2009
jangan pernah berubah
sounds weak, but i like this song... makes me feel so mellow when i heard it. but it can't me move my heart from my first decision. that for now on i won't put any single of thought about love. i am finished with that damn thing. today is for today and let tommorow be the sweet thing to be awaiting.
so you guyz read and enjoy st 12 song jangan pernah berubah
Biarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas 'tuk bertahan
Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Malah kini kau ucapkan selamat tinggal
Membuat keresahan
Reff:[*]
Meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kecewa sungguh aku tak berarah
Biarkan ku harus bertahan
[**]
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Back to Reff:[*] , [**]
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Ku relakan yang indah dalam hatinya
so you guyz read and enjoy st 12 song jangan pernah berubah
Biarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas 'tuk bertahan
Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Malah kini kau ucapkan selamat tinggal
Membuat keresahan
Reff:[*]
Meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kecewa sungguh aku tak berarah
Biarkan ku harus bertahan
[**]
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Back to Reff:[*] , [**]
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Ku relakan yang indah dalam hatinya
Minggu, 22 Maret 2009
MAAF KUSUDAH JERA
Hitam bukan dirimu
Putih juga bukan dirimu
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya
Seperti memudar
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Chorus 2x
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera
Putih juga bukan dirimu
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya
Seperti memudar
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Chorus 2x
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera
Jumat, 20 Maret 2009
tujuan hidupku
Selama ini aku tidak pernah merumuskan tujuan hidupku secara terulis tapi beberapa menit yang lalu aku berfikir, bahwa alangkah baiknya jika aku menuliskan… bahkan mengumumumkan pada dunia (seakan dunia peduli) tentang apa yang menjadi tujuan hidupku selama ini. Dan inilah aku dan tujuan hidupku kawan-kawan..
1. Terdengar idealis memang tapi aku rasa semua umat islam didunia punya tujuan hidup yang tak jauh berbeda denganku…, harapan itu ada, dengan segala keterbatasan dan ketidak sempurnaan, aku hamba Allah yang dhoif berharap dapat menggapai keridhoan ilahi, baik itu didunia ataupun diakhirat
1. Terdengar idealis memang tapi aku rasa semua umat islam didunia punya tujuan hidup yang tak jauh berbeda denganku…, harapan itu ada, dengan segala keterbatasan dan ketidak sempurnaan, aku hamba Allah yang dhoif berharap dapat menggapai keridhoan ilahi, baik itu didunia ataupun diakhirat
Rabu, 18 Maret 2009
for the god sake's i deserved to be happy
Gosh.. for the god sake you absolutely deserve a happiness ra.. so take your time, move on babe ! bring it on!! you can do it ! you are the star !! don't ever let everything in life bring you down ! be the one who give not to get ! that's life ........
in life you should work so hard ! so when you fail to do something you won't regret for anything for you've tried hard haven't you ! i tried to be a good women so what ever the results.. what ever people's opinion about me i mustn't care about it for I've tried ... so clean your face ! love your self don't' care about your surrounding ... just care about your self and your own happiness... because if you, yourself unhappy how can you make other people around you happy.. so cheered up girl you are the star of your own life !! and be proud of it..
in life you should work so hard ! so when you fail to do something you won't regret for anything for you've tried hard haven't you ! i tried to be a good women so what ever the results.. what ever people's opinion about me i mustn't care about it for I've tried ... so clean your face ! love your self don't' care about your surrounding ... just care about your self and your own happiness... because if you, yourself unhappy how can you make other people around you happy.. so cheered up girl you are the star of your own life !! and be proud of it..
hidup itu berharga ra....
di usiaku yang ke 23 harusnya.. idealnya aku menjadi sosok yang lebih bijak lagi. maka disinilah aku tuhan. mencoba menghargai hidupku dengan lebih baik lagi.... hidup adalah sesuatu yang berharga yang telah Allah berikan padaku. maka seharusnya aku mengisi hidupku yang singkat ini dengan kebahagiaan, kesenangan. keceriaan dan pengharapan. semua keluh dan kesah. semua luka dan derita, semua rasa kecewa dan amarah semua itu tidak lebih dari bumbu kehidupan yang harus diapresiasi... menghadapi satu kesulitan berarti menapaki satu tangga menuju keberhasilan kehidupan. menghadapi satu kepahitan berarti menghadapi satu phase kedupan yang dianugrahkan tuhan untuk menjadikan aku manusia yang lebih bijaksana. bukankah aku sudah meminta untuk menjadi manusia yang lebih baik, maka bagaimana aku tahu bahwa aku sudah menjadi manusaia yang baik jika aku belum teruji di panggung kehiduapan yang luas ini.
maka disinilah aku tuhan menghargai hidup yang kau berikan ini dengan segenap apa yang kumampui. maka ampunilah aku dengan segala ketidaksempurnaan yang kumiliki, ampunilah aku dengan segala kekurangan yang menjadi kodrat diri...
yang kuinginkan darimu hanyalah kekuatan, kesabaran dan kebijaksanaan agar aku lulus cum laude dari semua ujian kehidupan yang kau berikan ini tuhan. karena aku hambamu yang baru berusia 23 masih butuh asam garam dunia untuk menjelma dewasa, untuk menjelma menjadi hamba yang berguna bagi semesta ... hamba yang rahmatan lil alamin.
maka disinilah aku tuhan menghargai hidup yang kau berikan ini dengan segenap apa yang kumampui. maka ampunilah aku dengan segala ketidaksempurnaan yang kumiliki, ampunilah aku dengan segala kekurangan yang menjadi kodrat diri...
yang kuinginkan darimu hanyalah kekuatan, kesabaran dan kebijaksanaan agar aku lulus cum laude dari semua ujian kehidupan yang kau berikan ini tuhan. karena aku hambamu yang baru berusia 23 masih butuh asam garam dunia untuk menjelma dewasa, untuk menjelma menjadi hamba yang berguna bagi semesta ... hamba yang rahmatan lil alamin.
Langganan:
Postingan (Atom)
