Selasa, 16 Desember 2008

kisah sepuluh senyum

Adalah tugas pak tanenji, dosen filsafat pendidikan yang kemudian membuatku peka terhadap senyuman, terutama jika senyum itu kudapat atau kuberikan pada orang yang tak kukenal, ungkapan senyum adalah ibadah, dan bahwa senyum membuat kita dan orang lain bahagia mungkin benar adanya karena kala itu aku pribadi mulai merasakan betapa senyum, satu garis melengkung hasil kolaborasi, bibir dan pipi bisa begitu menghangatkan hati.
Suatu hari ditanggal 8 desember 2008, bertepatan dengan hari raya idul adha, aku bermaksud pergi ke Klender untuk mengunjungi pamanku, aku berangkat dengan bis Kowanbisata 512, bis yang terkenal dengan keleletannya beruntung meski hari cukup panas situasi lalu lintas tidak terlalu padat sehingga perjalananku bisa dibilang mulus-mulus saja.
Sekitar pukul 2 siang akupun sampai diterminal pulogadung, dari terminal aku naik angkot 27 jurusan kampung melayu, didalam angkot belum kutebar satu senyumpun, kalau-difikir-fikir sayang juga mengapa saat itu aku tidak mensedekahkan satu senyuman, yah tapi apa mau dikata yang sudah lewat ya biarin lewat aja..
Sampai di Klender kulanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat inilah kisah 10 senyum ini kumulai, diperjalanan memasuki gang menuju rumah pamanku aku berjumpa dengan wanita paruh baya, wanita itu memakai daster khas ibu rumah tangga dengan rambut dikuncir karet seadanya, wanita itu memegang sapu lidi

Senin, 15 Desember 2008

The Hard Jakarta

Jakarta... kota inilah yang pilih sebagai tempatku menghabiskan masa dewasaku, semakin lama aku tinggal dikota ini aku semakin menyadari bahwa hidup dijakarta tak semudah dan seindah yang orang kira.
Adalah aku orang sebrang yang bermimpi menaklukan ibukota berbekal ijazah Pondok dan negara kucoba mencari peruntungan dengan menuntut ilmu di salah satu universitas islam di pinggiran kota jakarta sebelah selatan tepatnya di Ciputat, awalnya biasa saja sebagai newcomer aku masih ragu-ragu melangkah, masih takut kemana-mana, masih enggan pergi tuk menjelajah. kuambil zona teramanku dicangkang Ciputat untuk waktu yang cukup lama. Waktu itu Jakarta masih terasa indah tanpa cela masih mudah untuk kucerna dan kunikmati.
Namun kemudian aku bosan, terperangkap dalam zona kemudahan, mataku nyalang memandang kedepan melihat kolegaku telah terbang jauh meninggalkan aku, aku mengambil langkah serabutan kucoba melangkahkan satu kaki, kucoba untuk sedikit melangkah hati-hati. tapi kemudian aku mundur, zona nyamanku terasa terlalu indah tuk ditinggalkan terbang seakan belum menjadi pilihan aku menarik diri aku memilih untuk kembali
Waktu itupun datang, waktu disaat aku tak punya lagi pilihan, waktu seakan terbang dan berjuang adalah jawaban untuk setiap pertanyaan yang sering kulontarkan. Akupun terjun bebas, kutelusuri jalanan Jakarta, kucoba dari arah barat cukup jauh memang di Bogor sana namun zona itu masih aman, zona itu tidaklah menyimpan begitu banyak tantangan.
Namun Jakarta sudah mulai beraksi saat itu, taring taring kelelahan mulai mencengkram tapi aku bertahan dan sedikit kegirangan aha pikirku ini tempatku, aku suka eksistensiku diJakarta. Aku ketagihan aku ingin melihat lagi sisi lain Jakarta kupikir kalau memang yang harus kulewati hanya begini jakarta akan dengan mudah kutaklukan
Tapi aku salah kawan... Sisi kelam itu mulai terkuak, aku mulai tersadar bahwa inilah mengapa orang sering berkata; ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. jika ingin tetap bertahan aku harus terus melawan meski tantangan seperti tak pernah ada habisnya, sering kali tantangan itu tak dapat kulawan, sering terkadang aku ingin menyerah dan kembali. tapi kota ini memang menyimpan misteri karena meski ia membuat hati dan jiwa terasa perih ia juga seperti seorang penari yang terus menggoda dengan segudang janji-janji.
Sebenarnya sebagai seorang anak tak ingin kutinggalkan kota ini karena aku telah berjanji pada hati dan diri untuk tinggal disini menjadi babat alas, menjadi orang yang membangun tempat untuk generasi- generasi setelahku....
Tapi sebagai diriku, kadang aku merasa sedikit ragu mungkinkah dapat kudidik generasi generasi baru itu agar mereka tak terkontaminasi racun-racun Jakarta, mampukah aku membentengi dan membekali mereka agar mereka dapat bertahan melewati terpaan badai kemaksiatan, gelombang indifference, dan arus deras globalisasi jakarta....
karena aku sendiri mulai merasa betapa aku sedikit demi sedikit... pelan- pelan dan dengan halus sekali aku mulai terjangkiti penyakit-penyakit hati, Jakarta yang keras dan angkuh ini membuat aku menjadi bukan aku yang dulu, jakarta telah mengubahku menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dan aku bersyukur untuk itu, tapi jakarta juga telah membentuk aku menjadi orang yang angkuh dan acuh aku mulai membnagun tembok kewaspadaan dan kecurigaan disekelilingku karena Jakarta, inilah Jakarta kota metropolitan yang jelita. this is the hard Jakarta

Rabu, 26 November 2008

today is a tough day, i faced a lot of problems, i felt a hundred tons of pressure in my heart. it started from the problem in the school with the senior teacher in my school, those questions really drive me crazy, those prejudice, those burdens i just can't imagine how can i stand still. i believe in my face i keep a lot of feeling a lot of secret that i couldn't share to other people. i've lied i am a big liar actually i have made a lot of mistakes and feeling really guilty for that. if only i could change the time i wish i could repair all of things.
second problem that really make me upset was my group problem oh god those people really make mad!!!!!!!!!!!!!!i knew i didn't have any right to feel that angry to them i knew it but i can't hold it their "leletness" make me really upset. somehow i do really regret to be their group member. they don't have spirit, eagerness, and passion to fulfill their task they should have realized that the study is more important than the other rather than party thing please deh it's nothing at all !!!!!!!!!!! i hate them for that!!!!!!!!! and now the worst from ever she left me alone without explanation i hate them all!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 23 November 2008

Jalan itu tuhan...2

09.15 UIN syarif hidayatullah jakarta
dalam hati aku terus berdoa agar dosen statistikku tidak masuk, jahat memang..tapi sungguh saat itu aku benar benar memohon agar aku diberi kesempatan berjuang lagi...agar aku diberi cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya. entah karena keajaiban atau pertolongan dari allah swt setelah sepuluh menit menunggu aku pun mendengar kabar bahwa dosen statistik tidak bisa masuk. saat itu aku ingin menjerit dan melompat kegirangan karena aku sadar yang kubutuhkan saat ini adalah waktu, waktu untuk menuntaskan segalanya. rencana-demi rencana berlarian dalam benakku, berhamburan ingin keluar dari otakku,entah dari yang menyiapkan aplication letter sampai keurusan photo...akhirnya kususun strategi satu-persatu. kuputuskan bahwa langkah pertama tang aku ambil adalah menyusun berkas-berkasku dikosan. kupacu langkahku dengan setengah berlari dengan semangat tinggi menuju tujuanku selanjutnya kosan...........

9.20 Pondok Al-Barkah 2
dengan penuh semangat kumasuki kamarku, kubongkar isi lemari yang memuat berkae-berkasku aplikasiku seelah melihat semuanya dan mengecek kelengkapannya aku memutuskan bahwa langkah kedua ku adalah menyiapkan aplication form, kupicu langkahku menuju rental, alhamdulillah suasana rental cukup sepi dan alhamdulillah lagi bahwa aku cukup mengedit aplikasi itu tanpa harus membuat yang baru jika mengingat waktu yang begitu sempit rasanya aku tak mungkin sempat jika harus memikirkan perubahan segala jadilah aku mulai mengeprint aplikasi tersebut tapi apa nyana ternyata aku melupakan. begitu selesai akupun kembali kekosan kuputuskan untuk membawa semua persyaratan itu gar memudahkan aku dalam bergerak agar aku tidak perlu bolak-balik kekosan lagi, tapi apa nyana ternyata aku kecolongan surat referensi yang kukira isa kugunakan ternyata sudahexpired yang artinya sudah tak bisa kugunakan lagi karena tanggal pembuatanya sudah terlalu lama, terpaksa aku harus kembali lagi ke rental dan memperbaiki salah satu apliksi. etelah semua kuanggap beres akupun segera melaju kepesanggrahan untuk rencana selanjutnya

pukul 11.00 photokopian diaz
kupacu langkahku menuju photokopian, dan kupinta mas-mas penjaga photokopian untuk memphotokopi sebanyak empat kali, akupunberfikir untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu untuk mengurus photo terlebih dahulu akhirnya kuputuskan untuk pergi ketukang photo sebelum akhirnya menyerahkan surat-surat untuk ditandatangani.

Kamis, 20 November 2008

J:ALAN ITU...TUHAN 1

PUKUL 09.00 WIB Kampus UIN Syarif Hidayatullah
Aku menelpon Mila bermaksud memberitahukan bahwa aku sudah keluar dari ruang 411 dan akan pindah ruang apalagi saat itu aku akan mengikuti UTS statistik, dengan tak sabar kuhubungi Mila sempat aku bersuudzon sedikit mengira bahwa ia tidak mau mengangkat telponku. Baru saja hendak kutekan huruf2 dihandphoneku dengan niat mengirim sms tiba-tiba ia muncul dari arah tangga segera kuhampiri ia dan kuserahkan surat yang ia titipkan padaku, sebelumnya surat itupun telah kucopy karena aku merasa tidak enak karena tidak pernah membalas smsnya
Baru kemudian kukataklan padanya bahwa aku bermaksud untk menyerah dengan sengaja dan sadar aku bermaksud untuk menyerah saja dari arena pertandingan, aku tidak akan melamar untuk beasiswa IELSP...Betapa terkejutnya mila mendengar apa yang aku katakan iapun bertanya apa alasanku melakukan itu kukatakasn padanya bahwa coipy legalisir milikku kurang jadi itu artinya aku tidak akan mamui memenuhi syarat administrasi untuk aplikasi tersebut Mila pun menyemangatiku dan mengatakan bahwa syarat yang dsibutuhkan hanya tiga copy legalisir saja aku terkejut dan takmenyangka betapa naif dan bodohnya aku selama ini ternyata yang dibutuhkan cuma tiga. sekejap adrenalin mengalir deras disetiap pembuluh darahku setiap desah nafasku berkata aku tak boleh menyerah, mungkin ini pertanda bahwa aku harus berjuang bahwa aku harus bergerkj dan berlari mengejar semua mimpi mimpiku akupun bergegas tertatih terseok mengumpulkan setiap keping dan puing semangat yang sempat terserak dan tercerabut dari benak dan sanubariku. sampai akhirnya kekuatanku muncuil kemabali dan akupun berjuang lagi

Minggu, 10 Agustus 2008

Alec Bourne

An education isn't how much you have committed to memory, or even how much you know. It's being able to differentiate between what you do know and what you don't.

Anatole France

Education is the best provision for old age.

Aristotle

It is the mark of an educated mind to be able to entertain a thought without accepting it.

Aristotle

Only the educated are free.

Epictetus

America believes in education: the average professor earns less money in a whole year than a professional athlete earns in a week.

Evan Esar

Good teaching is one-fourth preparation and three-fourths theater.

Gail Godwin

A fool's brain digests philosophy into folly, science into superstition, and art into pedantry.

George Bernard Shaw

A student by definition doesn't know what he or she doesn't know.

Michael Gorman

A teacher affects eternity; he can never tell, where his influence stops.

Henry Brooks Adams

A teacher is one who makes himself progressively unnecessary.

Thomas Carruthers

Only two things are infinite, the universe and human stupidity, and I'm not sure about the former.

Albert Einstein

Knowledge speaks, but wisdom listens.

Jimmy Hendrix

Obstacles are those frightful things you see when you take your eyes off your goal.

Henry Ford

Success usually comes to those who are too busy to be looking for it.

Henry David Thoreau

Learning is a treasure that will follow its owner everywhere.

Chinese Proverb

If you plan for a year, plant a seed. If for ten years, plant a tree. If for a hundred years, teach the people.

Kuang Chung

You are educated when you have the ability to listen to almost anything without losing your temper or self-confidence.

Robert Frost

To teach is to learn twice.

Joseph Joubert

Education's purpose is to replace an empty mind with an open one.

Malcolm Forbes

As long as you live, keep learning how to live.

Seneca

Who dares to teach must never cease to learn.

John Cotton Dana

Education is to mould the human being for ongoing change and even for the eventual crisis which might arise as a result of the transition.

Miguel Ángel Escotet

The highest result of education is tolerance.

Helen Keller

There are two types of education... One should teach us how to make a living, And the other how to live.

John Adams

Whatever is good to know is difficult to learn.

Greek Proverb

The primary purpose of a liberal education is to make one's mind a pleasant place in which to spend one's leisure.

Sidney J. Harris

Education is not the filing of a pail, but the burning of a fire

William Butler Yeats

Pain makes man think. Thought makes man wise. Wisdom makes life endurable.

John Patrick

Education is the cheapest defense of nations.

Edmund Burke

He who opens a school door, closes a prison.

Victor Hugo

Teachers are more than any other class the guardians of civilization.

Bertrand Russell

What the teacher is, is more important than what he teaches.

Karl Menninger

Teaching that impacts is not head to head, but heart to heart.

Howard G. Hendricks

One looks back with appreciation to the brilliant teachers, but with gratitude to those who touched our human feelings.

Carl Gustav Jung

The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.

William Arthur Ward

I touch the future, I teach

Christa McAuliffe

What is and how to achieve happiness? Buying objects / things?....That's what we are told every day by hundreds of commercial ads. Have knowledge and wisdom anything to do with happiness?


José Martí, a great Cuban thinker and patriot, once gave this advice in his famous Letter to Maria Mantilla, who many believe was his daughter:

"La elegancia..., -la grande y verdadera, -está en la altivez y fortaleza del alma. Un alma honrada, inteligente y libre, da al cuerpo más elegancia, y más poderío..., que las modas más ricas de las tiendas. Mucha tienda, poca alma. Quien tiene mucho adentro, necesita poco afuera. Quien lleva mucho afuera, tiene poco adentro, y quiere disimular lo poco. Quien siente su belleza, la belleza interior, no busca afuera belleza prestada: se sabe hermosa, y la belleza echa luz. Procurará mostrarse alegre, y agradable a los ojos, porque es deber humano causar placer en vez de pena, y quien conoce la belleza la respeta y la cuida en los demás y en sí."
José Martí
  • "Elegance..., - the really great and true one, - is in the pride and strength of the soul. An honest, intelligent and free soul gives to the body more elegance and more power..., than the richest fashions of the stores. Much store, little soul. Who has much inside, needs little outside. Who needs to dress up outside, has little inside, and wants to conceal the little. Who feels her/his own beauty, the inner beauty, does not look outside for lent beauty: she/he knows she/he is beautiful and the beauty sparkles light. She/he should try to look cheerful and pleasant to the eyes, because it is a human duty to cause pleasure instead of pain, and the one who knows what beauty is, respects it and takes care of it in others and in himself."

José Martí
Think about this...

Minggu, 11 Mei 2008

teringat lagi

hari ini aku menonton sassy girl chun hyang lagi, entah untuk keberapa kalinya, tapi tak sekalipun aku merasa b0san. menonton film ini membuatku sekali lagi teringat akan perasaan itu, rasa hangat didalam dada saat melihat lee mon ryong, sungguh jiwaku yang romantis ini berharap suatu saat dapat berjumpa dengan sosok yang bisa mencintai aku sedalam itu, adakah orangnya yang akan menyelimutiku dimalam hari ketika aku terlalu penat untuk tidur ditempat tidur, mengobati lukaku saat aku tidak menyadarinya, sungguh tuhan aku ingin jadi kumohon kirimkanlah padaku kekasih yang mencintai aku sebesar itu.....