every night in my dreams i see you i feel you that is how i know you go on, far across the distance n spaces between us you have come to show u go on neqar far whereever you are i believe that the heart go on once more ypou open the door and you are hearing my heart an my heart will go on and on
love can touch just one time and last for a life time and never let go till we're gone love was when i loved you one true time i hold you in my life we'll always go on
near far whereever you are i believe that the heart does go on oncemore you open the door and you are hearing my heart and my heart will go on
you' re here there;s nothing i fear and i know that my heart will go on we'll stay forever this way you are safe in my heart and my heart will go on
Senin, 22 Desember 2008
Minggu, 21 Desember 2008
LEGA!!!
so ! lega deh abis numpahin semua uneg uneg ku yeah aku siap untuk lewati hari ini!!!! intinya mah jujur aja kali ya mungkin aku dan hatiku terlalu keras kepala mengakui isi hatiku yang sebenarnya, dan mungkin itulah yang paling menghimpit dan menekan batinku yang terdalam. n itu juga yang membuatku uring-uringan hari ini jika saja dari awal aku bisa lebih terbuka mungkin semua ini sudah selesai didetik pertama aku merasa resah..........he he ya sutralah....anyway sekarang aku mau fokus ama kerjaanku ah kesampingkan dulu masalah hati kali ini aku ingin melihat semuanya berjalan pelan-pelan saja jangan buru-buru, biarkan aku dan dia pelan-pelan menganalisa perasaan kami yang sbenarnya sisanya serahkan saja pada yang berwenang memutuskan takdir kehidupan beres kan ! well done !!! rara semangat!!!
ya ampun!!!!!!!!!!!!
ya ampun apa sih yang terjadi hari ini ! perasaan gak enak, maunya teriak aja marah sama siapa.......... gitu. Ah pokoknya bete......tapi ama siapa ya??????????? sama dia yang gak nelpon atw sms aku hari ini? atw sama soal toafl yang naudzubillah nyebelinnya itu? atw sama tugas lama yang bersemi kembali seperti benalu yang gak mau pergi-pergi !!! sama siapa coba? atw sm seniorku tersayang yang udah mulai nyuekin aku dan gak peduli ama aku lagi????????????
kalau harus kurunut urutan kronologis kebeteanku hari ini berawal dari dia yang gak sms aku tadi malam wuah aku sebel !!!!!!!!karena dia gak langsung sms aku kasih kabar kek kalau udah nyampe!! emang maunya apa? aku yang sms duluan?! please deh aku kan cewek masak aku yang sms dia duluan........ah emang dia sumber kebetean ku hari ini BBBETE!!!!!!!!!!!!!!!
akhirnya aku mau jujur pada diriku sendiri kalau akhir-akhir ini aku emang mikirin dia aduh tuhan am i in love with him????????? WUAH!!!!!!!!!!!!!! takut!!!!!!!!!!!!!, aku lagi gak siap jatuh cinta ni
tapi bisa-bisanya sms dia bikin aku bete, kehilangan telponnya bikin aku uring-uringan!! jika ini cinta , selamatkan aku tuhan!!!!!! tolong..... please!!!!!!!!!!!, aku belum ingin menggantungkan hatiku pada siapapun aku masih takut berharap, karena mencintai adalah satu hal dan tersakiti adalah hal yang lain, siapa yang menjamin jika ia mencintai aku sebanyak aku mencintainya? siapa yang tahu apa yang terjadi padaku jika aku tersakiti olehnya? siapa yang akan mengobatiku jika ia pergi karena keegoisanku ? lagipula antara aku dan dia belum ada apa-apa....siapa yang tahu apa ia memikirkan aku sebanyak aku ragu akan perasaannya............ jadi tuhan untuk saat ini tolong singkirkan dia dari ruang benakku karena aku ingin fokus pada ujian TOEFLku besok juga pada y dear honourable sas online juga pada hal lain yang seharusnya aku fikirkan.
kalau harus kurunut urutan kronologis kebeteanku hari ini berawal dari dia yang gak sms aku tadi malam wuah aku sebel !!!!!!!!karena dia gak langsung sms aku kasih kabar kek kalau udah nyampe!! emang maunya apa? aku yang sms duluan?! please deh aku kan cewek masak aku yang sms dia duluan........ah emang dia sumber kebetean ku hari ini BBBETE!!!!!!!!!!!!!!!
akhirnya aku mau jujur pada diriku sendiri kalau akhir-akhir ini aku emang mikirin dia aduh tuhan am i in love with him????????? WUAH!!!!!!!!!!!!!! takut!!!!!!!!!!!!!, aku lagi gak siap jatuh cinta ni
tapi bisa-bisanya sms dia bikin aku bete, kehilangan telponnya bikin aku uring-uringan!! jika ini cinta , selamatkan aku tuhan!!!!!! tolong..... please!!!!!!!!!!!, aku belum ingin menggantungkan hatiku pada siapapun aku masih takut berharap, karena mencintai adalah satu hal dan tersakiti adalah hal yang lain, siapa yang menjamin jika ia mencintai aku sebanyak aku mencintainya? siapa yang tahu apa yang terjadi padaku jika aku tersakiti olehnya? siapa yang akan mengobatiku jika ia pergi karena keegoisanku ? lagipula antara aku dan dia belum ada apa-apa....siapa yang tahu apa ia memikirkan aku sebanyak aku ragu akan perasaannya............ jadi tuhan untuk saat ini tolong singkirkan dia dari ruang benakku karena aku ingin fokus pada ujian TOEFLku besok juga pada y dear honourable sas online juga pada hal lain yang seharusnya aku fikirkan.
don't hurt me.....
ternyata memikirkan seseorang yang entah memikirkanmu atau tidak, dapat menimbulkan rasa sesak yang luar biasa ! harusnya aku tau ! inilah yang akan terjadi! harusnya aku mundur sebelum aku tersakiti! aku takut aku akan jatuh lagi karena kali ini amunisiku sudah tak sebanyak dulu lagi... aku terlalu rapuh jadi tolong jangan sakiti aku....jangan acuhkan aku......karena kalau kau juga pergi aku tak yakin aku masih bisa mempercayai cinta sekali lagi.
terima aku apa adanya diriku karena memang inilah aku dan hanya ini yang mampu kuberikan untukmu, jangan cintaiku jika kau tak inginkan aku, jangan hiraukanku jika kau hanya akan menyakitiku.
aku sudah terlalu banyak terluka, penat sudah aku akan penantian panjang cinta, jadi jika kau ingin pergi, pergi! dan jangan menoleh lagi!, selagi aku belum mencintaimu terlalu dalam selagi aku yakin aku masih sanggup untuk bertahan................
terima aku apa adanya diriku karena memang inilah aku dan hanya ini yang mampu kuberikan untukmu, jangan cintaiku jika kau tak inginkan aku, jangan hiraukanku jika kau hanya akan menyakitiku.
aku sudah terlalu banyak terluka, penat sudah aku akan penantian panjang cinta, jadi jika kau ingin pergi, pergi! dan jangan menoleh lagi!, selagi aku belum mencintaimu terlalu dalam selagi aku yakin aku masih sanggup untuk bertahan................
the hard jakarta 2
awalnya kisah itu sudah berakhir dijilid satu tapi, ketika pak tanenji (itu loh dosen filsafat pendidikan ku yang baik hati dan tidak sombong) menyemangati aku untuk terus menulis aku terharu...(terima kasih pak .... doain istiqomah dan bisa jadi penulis beneran he he ) kuputuskan untuk menulis sekuelnya kali ini the hard jakarta 2 kucoba menampilkan sisi kelam jakarta dari sudut pandang ku so check it out
Jakarta oh Jakarta ibukotaku yang jelita dengan tergugu aku menatapmu dengan sendu, aku yang menjalani masa remajaku dibawah rindangnya pohon mangga ponorogo dan di sejuknya persawahan desa coper mungkin memang tak kan pernah mengerti mengapa kau bisa sekejam itu pada mereka remaja-remaja ingusan yang menjelma menjadi preman-preman bringasan !!!!!!!!! kala itu batinku tidak percaya namun apalah daya karena itu memang nyata, dengan mataku sendiri kulihat tangan-tangan yang harusnya memegang pena dan buku berhamburan dijalan membawa pentungan dan senjata tajam, dari mulut yang seharusnya melontarkan pekikan semangat untuk mengisi kemerdekaan keluar umpatan-umpatan kasar yang keji , umpatan yang hanya keluar dari lidah orang -orang yang tak berpendidikan dan tak bermoral
saat itu juga aku takjub betapa kota ini kota yang dituju para penuntut ilmu dari penjuru indonesia telah menciptakan bibit setan durjana !!! aku terkaget kaget wajahku pucat pasi saat batu- batu yang seiyanya dilempar kearah bajingan israel yang menghancurkan palestina dilemparkan kearah saudara sebangsa batinku kian menjerit saat darah mengucur membasahi baju seragam mereka, baju seragam yang seharusnya dipakai bertempur melawan kebodohan mereka gunakan untuk melawan kawan-kawan seperjuangan TUHAN kota apa ini inikah kota metropolitan !!!!!!!!!!!!! kota inikah yang tadinya kupilih untuk menjadi tempatku menghabiskan hidupku????????????!!!!!!!!!!!! kota inikah tempat aku ingin adik-adikku meneruskan pendidikannya ????????????!!!!!!!!!!! tempat inikah yang akan kujadikan tempat dimana anak-anakku tumbuh dan berkembang TUHAN!!!!!!!!!!!!! tempat ini lebih mirip kubangan kemaksiatan
muda mudi berangkulan dan asyik masyuk tanpa malu-malu aduhai anak-anakku tau apa kalian tentang kehidupan mengelap ingus saja belum becus sudah berani kau usap-usap pipi lawan jenismu duhai dunia macam apa ini!!!!!!!
inilah jakarta dimana peminta-minta sudah tak ubahnya perampok berkedok pengemis jalanan dimana nurani sudah harus dipertanyakan kota kejam yang membuat mata nyalang penuh kecurigaan. kota ini betul-betul mematikan hati ! di biskota saat wanita tua renta harus berdiri doyong kanan doyong kiri mempertahankan keseimbangan tubuh karena supir yang ugal-ugalan tak satupun diantara mereka pemuda- pemuda yang menyebut diri mereka cowok gaul jakarta bersedia menukar tempat duduk dengan siwanita tua, bagi mereka tempat duduk itu ibarat hak yang memang sudah layak mereka terima. siapa cepat dia dapat !!!!!!! irulah semboyan yang mereka agung-agungkan !!!!!!!! duhai tuhan aku takut suatu saat kota yang kejam ini akan mencabik nuraniku perlahan-lahan aku ngeri jika kelak anakku menjadi bagian dari setan-setan cilik berseragam. kota ini memanglah menyimpan sejarah kelam peradaban dibalik gegap gempita arus informasi yang serba cepat dibalik segala fasilitas kota yang serba ada kota ini tak ubahnya benalu yang menggerogoti hatiku mengguncangkan imanku tapi seperti itulah jakarta keras seperti cadas lugas namun juga beringas . this all about jakarta the hard jakarta
Jakarta oh Jakarta ibukotaku yang jelita dengan tergugu aku menatapmu dengan sendu, aku yang menjalani masa remajaku dibawah rindangnya pohon mangga ponorogo dan di sejuknya persawahan desa coper mungkin memang tak kan pernah mengerti mengapa kau bisa sekejam itu pada mereka remaja-remaja ingusan yang menjelma menjadi preman-preman bringasan !!!!!!!!! kala itu batinku tidak percaya namun apalah daya karena itu memang nyata, dengan mataku sendiri kulihat tangan-tangan yang harusnya memegang pena dan buku berhamburan dijalan membawa pentungan dan senjata tajam, dari mulut yang seharusnya melontarkan pekikan semangat untuk mengisi kemerdekaan keluar umpatan-umpatan kasar yang keji , umpatan yang hanya keluar dari lidah orang -orang yang tak berpendidikan dan tak bermoral
saat itu juga aku takjub betapa kota ini kota yang dituju para penuntut ilmu dari penjuru indonesia telah menciptakan bibit setan durjana !!! aku terkaget kaget wajahku pucat pasi saat batu- batu yang seiyanya dilempar kearah bajingan israel yang menghancurkan palestina dilemparkan kearah saudara sebangsa batinku kian menjerit saat darah mengucur membasahi baju seragam mereka, baju seragam yang seharusnya dipakai bertempur melawan kebodohan mereka gunakan untuk melawan kawan-kawan seperjuangan TUHAN kota apa ini inikah kota metropolitan !!!!!!!!!!!!! kota inikah yang tadinya kupilih untuk menjadi tempatku menghabiskan hidupku????????????!!!!!!!!!!!! kota inikah tempat aku ingin adik-adikku meneruskan pendidikannya ????????????!!!!!!!!!!! tempat inikah yang akan kujadikan tempat dimana anak-anakku tumbuh dan berkembang TUHAN!!!!!!!!!!!!! tempat ini lebih mirip kubangan kemaksiatan
muda mudi berangkulan dan asyik masyuk tanpa malu-malu aduhai anak-anakku tau apa kalian tentang kehidupan mengelap ingus saja belum becus sudah berani kau usap-usap pipi lawan jenismu duhai dunia macam apa ini!!!!!!!
inilah jakarta dimana peminta-minta sudah tak ubahnya perampok berkedok pengemis jalanan dimana nurani sudah harus dipertanyakan kota kejam yang membuat mata nyalang penuh kecurigaan. kota ini betul-betul mematikan hati ! di biskota saat wanita tua renta harus berdiri doyong kanan doyong kiri mempertahankan keseimbangan tubuh karena supir yang ugal-ugalan tak satupun diantara mereka pemuda- pemuda yang menyebut diri mereka cowok gaul jakarta bersedia menukar tempat duduk dengan siwanita tua, bagi mereka tempat duduk itu ibarat hak yang memang sudah layak mereka terima. siapa cepat dia dapat !!!!!!! irulah semboyan yang mereka agung-agungkan !!!!!!!! duhai tuhan aku takut suatu saat kota yang kejam ini akan mencabik nuraniku perlahan-lahan aku ngeri jika kelak anakku menjadi bagian dari setan-setan cilik berseragam. kota ini memanglah menyimpan sejarah kelam peradaban dibalik gegap gempita arus informasi yang serba cepat dibalik segala fasilitas kota yang serba ada kota ini tak ubahnya benalu yang menggerogoti hatiku mengguncangkan imanku tapi seperti itulah jakarta keras seperti cadas lugas namun juga beringas . this all about jakarta the hard jakarta
Selasa, 16 Desember 2008
kisah sepuluh senyum
Adalah tugas pak tanenji, dosen filsafat pendidikan yang kemudian membuatku peka terhadap senyuman, terutama jika senyum itu kudapat atau kuberikan pada orang yang tak kukenal, ungkapan senyum adalah ibadah, dan bahwa senyum membuat kita dan orang lain bahagia mungkin benar adanya karena kala itu aku pribadi mulai merasakan betapa senyum, satu garis melengkung hasil kolaborasi, bibir dan pipi bisa begitu menghangatkan hati.
Suatu hari ditanggal 8 desember 2008, bertepatan dengan hari raya idul adha, aku bermaksud pergi ke Klender untuk mengunjungi pamanku, aku berangkat dengan bis Kowanbisata 512, bis yang terkenal dengan keleletannya beruntung meski hari cukup panas situasi lalu lintas tidak terlalu padat sehingga perjalananku bisa dibilang mulus-mulus saja.
Sekitar pukul 2 siang akupun sampai diterminal pulogadung, dari terminal aku naik angkot 27 jurusan kampung melayu, didalam angkot belum kutebar satu senyumpun, kalau-difikir-fikir sayang juga mengapa saat itu aku tidak mensedekahkan satu senyuman, yah tapi apa mau dikata yang sudah lewat ya biarin lewat aja..
Sampai di Klender kulanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat inilah kisah 10 senyum ini kumulai, diperjalanan memasuki gang menuju rumah pamanku aku berjumpa dengan wanita paruh baya, wanita itu memakai daster khas ibu rumah tangga dengan rambut dikuncir karet seadanya, wanita itu memegang sapu lidi
Suatu hari ditanggal 8 desember 2008, bertepatan dengan hari raya idul adha, aku bermaksud pergi ke Klender untuk mengunjungi pamanku, aku berangkat dengan bis Kowanbisata 512, bis yang terkenal dengan keleletannya beruntung meski hari cukup panas situasi lalu lintas tidak terlalu padat sehingga perjalananku bisa dibilang mulus-mulus saja.
Sekitar pukul 2 siang akupun sampai diterminal pulogadung, dari terminal aku naik angkot 27 jurusan kampung melayu, didalam angkot belum kutebar satu senyumpun, kalau-difikir-fikir sayang juga mengapa saat itu aku tidak mensedekahkan satu senyuman, yah tapi apa mau dikata yang sudah lewat ya biarin lewat aja..
Sampai di Klender kulanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat inilah kisah 10 senyum ini kumulai, diperjalanan memasuki gang menuju rumah pamanku aku berjumpa dengan wanita paruh baya, wanita itu memakai daster khas ibu rumah tangga dengan rambut dikuncir karet seadanya, wanita itu memegang sapu lidi
Senin, 15 Desember 2008
The Hard Jakarta
Jakarta... kota inilah yang pilih sebagai tempatku menghabiskan masa dewasaku, semakin lama aku tinggal dikota ini aku semakin menyadari bahwa hidup dijakarta tak semudah dan seindah yang orang kira.
Adalah aku orang sebrang yang bermimpi menaklukan ibukota berbekal ijazah Pondok dan negara kucoba mencari peruntungan dengan menuntut ilmu di salah satu universitas islam di pinggiran kota jakarta sebelah selatan tepatnya di Ciputat, awalnya biasa saja sebagai newcomer aku masih ragu-ragu melangkah, masih takut kemana-mana, masih enggan pergi tuk menjelajah. kuambil zona teramanku dicangkang Ciputat untuk waktu yang cukup lama. Waktu itu Jakarta masih terasa indah tanpa cela masih mudah untuk kucerna dan kunikmati.
Namun kemudian aku bosan, terperangkap dalam zona kemudahan, mataku nyalang memandang kedepan melihat kolegaku telah terbang jauh meninggalkan aku, aku mengambil langkah serabutan kucoba melangkahkan satu kaki, kucoba untuk sedikit melangkah hati-hati. tapi kemudian aku mundur, zona nyamanku terasa terlalu indah tuk ditinggalkan terbang seakan belum menjadi pilihan aku menarik diri aku memilih untuk kembali
Waktu itupun datang, waktu disaat aku tak punya lagi pilihan, waktu seakan terbang dan berjuang adalah jawaban untuk setiap pertanyaan yang sering kulontarkan. Akupun terjun bebas, kutelusuri jalanan Jakarta, kucoba dari arah barat cukup jauh memang di Bogor sana namun zona itu masih aman, zona itu tidaklah menyimpan begitu banyak tantangan.
Namun Jakarta sudah mulai beraksi saat itu, taring taring kelelahan mulai mencengkram tapi aku bertahan dan sedikit kegirangan aha pikirku ini tempatku, aku suka eksistensiku diJakarta. Aku ketagihan aku ingin melihat lagi sisi lain Jakarta kupikir kalau memang yang harus kulewati hanya begini jakarta akan dengan mudah kutaklukan
Tapi aku salah kawan... Sisi kelam itu mulai terkuak, aku mulai tersadar bahwa inilah mengapa orang sering berkata; ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. jika ingin tetap bertahan aku harus terus melawan meski tantangan seperti tak pernah ada habisnya, sering kali tantangan itu tak dapat kulawan, sering terkadang aku ingin menyerah dan kembali. tapi kota ini memang menyimpan misteri karena meski ia membuat hati dan jiwa terasa perih ia juga seperti seorang penari yang terus menggoda dengan segudang janji-janji.
Sebenarnya sebagai seorang anak tak ingin kutinggalkan kota ini karena aku telah berjanji pada hati dan diri untuk tinggal disini menjadi babat alas, menjadi orang yang membangun tempat untuk generasi- generasi setelahku....
Tapi sebagai diriku, kadang aku merasa sedikit ragu mungkinkah dapat kudidik generasi generasi baru itu agar mereka tak terkontaminasi racun-racun Jakarta, mampukah aku membentengi dan membekali mereka agar mereka dapat bertahan melewati terpaan badai kemaksiatan, gelombang indifference, dan arus deras globalisasi jakarta....
karena aku sendiri mulai merasa betapa aku sedikit demi sedikit... pelan- pelan dan dengan halus sekali aku mulai terjangkiti penyakit-penyakit hati, Jakarta yang keras dan angkuh ini membuat aku menjadi bukan aku yang dulu, jakarta telah mengubahku menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dan aku bersyukur untuk itu, tapi jakarta juga telah membentuk aku menjadi orang yang angkuh dan acuh aku mulai membnagun tembok kewaspadaan dan kecurigaan disekelilingku karena Jakarta, inilah Jakarta kota metropolitan yang jelita. this is the hard Jakarta
Adalah aku orang sebrang yang bermimpi menaklukan ibukota berbekal ijazah Pondok dan negara kucoba mencari peruntungan dengan menuntut ilmu di salah satu universitas islam di pinggiran kota jakarta sebelah selatan tepatnya di Ciputat, awalnya biasa saja sebagai newcomer aku masih ragu-ragu melangkah, masih takut kemana-mana, masih enggan pergi tuk menjelajah. kuambil zona teramanku dicangkang Ciputat untuk waktu yang cukup lama. Waktu itu Jakarta masih terasa indah tanpa cela masih mudah untuk kucerna dan kunikmati.
Namun kemudian aku bosan, terperangkap dalam zona kemudahan, mataku nyalang memandang kedepan melihat kolegaku telah terbang jauh meninggalkan aku, aku mengambil langkah serabutan kucoba melangkahkan satu kaki, kucoba untuk sedikit melangkah hati-hati. tapi kemudian aku mundur, zona nyamanku terasa terlalu indah tuk ditinggalkan terbang seakan belum menjadi pilihan aku menarik diri aku memilih untuk kembali
Waktu itupun datang, waktu disaat aku tak punya lagi pilihan, waktu seakan terbang dan berjuang adalah jawaban untuk setiap pertanyaan yang sering kulontarkan. Akupun terjun bebas, kutelusuri jalanan Jakarta, kucoba dari arah barat cukup jauh memang di Bogor sana namun zona itu masih aman, zona itu tidaklah menyimpan begitu banyak tantangan.
Namun Jakarta sudah mulai beraksi saat itu, taring taring kelelahan mulai mencengkram tapi aku bertahan dan sedikit kegirangan aha pikirku ini tempatku, aku suka eksistensiku diJakarta. Aku ketagihan aku ingin melihat lagi sisi lain Jakarta kupikir kalau memang yang harus kulewati hanya begini jakarta akan dengan mudah kutaklukan
Tapi aku salah kawan... Sisi kelam itu mulai terkuak, aku mulai tersadar bahwa inilah mengapa orang sering berkata; ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. jika ingin tetap bertahan aku harus terus melawan meski tantangan seperti tak pernah ada habisnya, sering kali tantangan itu tak dapat kulawan, sering terkadang aku ingin menyerah dan kembali. tapi kota ini memang menyimpan misteri karena meski ia membuat hati dan jiwa terasa perih ia juga seperti seorang penari yang terus menggoda dengan segudang janji-janji.
Sebenarnya sebagai seorang anak tak ingin kutinggalkan kota ini karena aku telah berjanji pada hati dan diri untuk tinggal disini menjadi babat alas, menjadi orang yang membangun tempat untuk generasi- generasi setelahku....
Tapi sebagai diriku, kadang aku merasa sedikit ragu mungkinkah dapat kudidik generasi generasi baru itu agar mereka tak terkontaminasi racun-racun Jakarta, mampukah aku membentengi dan membekali mereka agar mereka dapat bertahan melewati terpaan badai kemaksiatan, gelombang indifference, dan arus deras globalisasi jakarta....
karena aku sendiri mulai merasa betapa aku sedikit demi sedikit... pelan- pelan dan dengan halus sekali aku mulai terjangkiti penyakit-penyakit hati, Jakarta yang keras dan angkuh ini membuat aku menjadi bukan aku yang dulu, jakarta telah mengubahku menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dan aku bersyukur untuk itu, tapi jakarta juga telah membentuk aku menjadi orang yang angkuh dan acuh aku mulai membnagun tembok kewaspadaan dan kecurigaan disekelilingku karena Jakarta, inilah Jakarta kota metropolitan yang jelita. this is the hard Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)
