ternyata memikirkan seseorang yang entah memikirkanmu atau tidak, dapat menimbulkan rasa sesak yang luar biasa ! harusnya aku tau ! inilah yang akan terjadi! harusnya aku mundur sebelum aku tersakiti! aku takut aku akan jatuh lagi karena kali ini amunisiku sudah tak sebanyak dulu lagi... aku terlalu rapuh jadi tolong jangan sakiti aku....jangan acuhkan aku......karena kalau kau juga pergi aku tak yakin aku masih bisa mempercayai cinta sekali lagi.
terima aku apa adanya diriku karena memang inilah aku dan hanya ini yang mampu kuberikan untukmu, jangan cintaiku jika kau tak inginkan aku, jangan hiraukanku jika kau hanya akan menyakitiku.
aku sudah terlalu banyak terluka, penat sudah aku akan penantian panjang cinta, jadi jika kau ingin pergi, pergi! dan jangan menoleh lagi!, selagi aku belum mencintaimu terlalu dalam selagi aku yakin aku masih sanggup untuk bertahan................
Minggu, 21 Desember 2008
the hard jakarta 2
awalnya kisah itu sudah berakhir dijilid satu tapi, ketika pak tanenji (itu loh dosen filsafat pendidikan ku yang baik hati dan tidak sombong) menyemangati aku untuk terus menulis aku terharu...(terima kasih pak .... doain istiqomah dan bisa jadi penulis beneran he he ) kuputuskan untuk menulis sekuelnya kali ini the hard jakarta 2 kucoba menampilkan sisi kelam jakarta dari sudut pandang ku so check it out
Jakarta oh Jakarta ibukotaku yang jelita dengan tergugu aku menatapmu dengan sendu, aku yang menjalani masa remajaku dibawah rindangnya pohon mangga ponorogo dan di sejuknya persawahan desa coper mungkin memang tak kan pernah mengerti mengapa kau bisa sekejam itu pada mereka remaja-remaja ingusan yang menjelma menjadi preman-preman bringasan !!!!!!!!! kala itu batinku tidak percaya namun apalah daya karena itu memang nyata, dengan mataku sendiri kulihat tangan-tangan yang harusnya memegang pena dan buku berhamburan dijalan membawa pentungan dan senjata tajam, dari mulut yang seharusnya melontarkan pekikan semangat untuk mengisi kemerdekaan keluar umpatan-umpatan kasar yang keji , umpatan yang hanya keluar dari lidah orang -orang yang tak berpendidikan dan tak bermoral
saat itu juga aku takjub betapa kota ini kota yang dituju para penuntut ilmu dari penjuru indonesia telah menciptakan bibit setan durjana !!! aku terkaget kaget wajahku pucat pasi saat batu- batu yang seiyanya dilempar kearah bajingan israel yang menghancurkan palestina dilemparkan kearah saudara sebangsa batinku kian menjerit saat darah mengucur membasahi baju seragam mereka, baju seragam yang seharusnya dipakai bertempur melawan kebodohan mereka gunakan untuk melawan kawan-kawan seperjuangan TUHAN kota apa ini inikah kota metropolitan !!!!!!!!!!!!! kota inikah yang tadinya kupilih untuk menjadi tempatku menghabiskan hidupku????????????!!!!!!!!!!!! kota inikah tempat aku ingin adik-adikku meneruskan pendidikannya ????????????!!!!!!!!!!! tempat inikah yang akan kujadikan tempat dimana anak-anakku tumbuh dan berkembang TUHAN!!!!!!!!!!!!! tempat ini lebih mirip kubangan kemaksiatan
muda mudi berangkulan dan asyik masyuk tanpa malu-malu aduhai anak-anakku tau apa kalian tentang kehidupan mengelap ingus saja belum becus sudah berani kau usap-usap pipi lawan jenismu duhai dunia macam apa ini!!!!!!!
inilah jakarta dimana peminta-minta sudah tak ubahnya perampok berkedok pengemis jalanan dimana nurani sudah harus dipertanyakan kota kejam yang membuat mata nyalang penuh kecurigaan. kota ini betul-betul mematikan hati ! di biskota saat wanita tua renta harus berdiri doyong kanan doyong kiri mempertahankan keseimbangan tubuh karena supir yang ugal-ugalan tak satupun diantara mereka pemuda- pemuda yang menyebut diri mereka cowok gaul jakarta bersedia menukar tempat duduk dengan siwanita tua, bagi mereka tempat duduk itu ibarat hak yang memang sudah layak mereka terima. siapa cepat dia dapat !!!!!!! irulah semboyan yang mereka agung-agungkan !!!!!!!! duhai tuhan aku takut suatu saat kota yang kejam ini akan mencabik nuraniku perlahan-lahan aku ngeri jika kelak anakku menjadi bagian dari setan-setan cilik berseragam. kota ini memanglah menyimpan sejarah kelam peradaban dibalik gegap gempita arus informasi yang serba cepat dibalik segala fasilitas kota yang serba ada kota ini tak ubahnya benalu yang menggerogoti hatiku mengguncangkan imanku tapi seperti itulah jakarta keras seperti cadas lugas namun juga beringas . this all about jakarta the hard jakarta
Jakarta oh Jakarta ibukotaku yang jelita dengan tergugu aku menatapmu dengan sendu, aku yang menjalani masa remajaku dibawah rindangnya pohon mangga ponorogo dan di sejuknya persawahan desa coper mungkin memang tak kan pernah mengerti mengapa kau bisa sekejam itu pada mereka remaja-remaja ingusan yang menjelma menjadi preman-preman bringasan !!!!!!!!! kala itu batinku tidak percaya namun apalah daya karena itu memang nyata, dengan mataku sendiri kulihat tangan-tangan yang harusnya memegang pena dan buku berhamburan dijalan membawa pentungan dan senjata tajam, dari mulut yang seharusnya melontarkan pekikan semangat untuk mengisi kemerdekaan keluar umpatan-umpatan kasar yang keji , umpatan yang hanya keluar dari lidah orang -orang yang tak berpendidikan dan tak bermoral
saat itu juga aku takjub betapa kota ini kota yang dituju para penuntut ilmu dari penjuru indonesia telah menciptakan bibit setan durjana !!! aku terkaget kaget wajahku pucat pasi saat batu- batu yang seiyanya dilempar kearah bajingan israel yang menghancurkan palestina dilemparkan kearah saudara sebangsa batinku kian menjerit saat darah mengucur membasahi baju seragam mereka, baju seragam yang seharusnya dipakai bertempur melawan kebodohan mereka gunakan untuk melawan kawan-kawan seperjuangan TUHAN kota apa ini inikah kota metropolitan !!!!!!!!!!!!! kota inikah yang tadinya kupilih untuk menjadi tempatku menghabiskan hidupku????????????!!!!!!!!!!!! kota inikah tempat aku ingin adik-adikku meneruskan pendidikannya ????????????!!!!!!!!!!! tempat inikah yang akan kujadikan tempat dimana anak-anakku tumbuh dan berkembang TUHAN!!!!!!!!!!!!! tempat ini lebih mirip kubangan kemaksiatan
muda mudi berangkulan dan asyik masyuk tanpa malu-malu aduhai anak-anakku tau apa kalian tentang kehidupan mengelap ingus saja belum becus sudah berani kau usap-usap pipi lawan jenismu duhai dunia macam apa ini!!!!!!!
inilah jakarta dimana peminta-minta sudah tak ubahnya perampok berkedok pengemis jalanan dimana nurani sudah harus dipertanyakan kota kejam yang membuat mata nyalang penuh kecurigaan. kota ini betul-betul mematikan hati ! di biskota saat wanita tua renta harus berdiri doyong kanan doyong kiri mempertahankan keseimbangan tubuh karena supir yang ugal-ugalan tak satupun diantara mereka pemuda- pemuda yang menyebut diri mereka cowok gaul jakarta bersedia menukar tempat duduk dengan siwanita tua, bagi mereka tempat duduk itu ibarat hak yang memang sudah layak mereka terima. siapa cepat dia dapat !!!!!!! irulah semboyan yang mereka agung-agungkan !!!!!!!! duhai tuhan aku takut suatu saat kota yang kejam ini akan mencabik nuraniku perlahan-lahan aku ngeri jika kelak anakku menjadi bagian dari setan-setan cilik berseragam. kota ini memanglah menyimpan sejarah kelam peradaban dibalik gegap gempita arus informasi yang serba cepat dibalik segala fasilitas kota yang serba ada kota ini tak ubahnya benalu yang menggerogoti hatiku mengguncangkan imanku tapi seperti itulah jakarta keras seperti cadas lugas namun juga beringas . this all about jakarta the hard jakarta
Selasa, 16 Desember 2008
kisah sepuluh senyum
Adalah tugas pak tanenji, dosen filsafat pendidikan yang kemudian membuatku peka terhadap senyuman, terutama jika senyum itu kudapat atau kuberikan pada orang yang tak kukenal, ungkapan senyum adalah ibadah, dan bahwa senyum membuat kita dan orang lain bahagia mungkin benar adanya karena kala itu aku pribadi mulai merasakan betapa senyum, satu garis melengkung hasil kolaborasi, bibir dan pipi bisa begitu menghangatkan hati.
Suatu hari ditanggal 8 desember 2008, bertepatan dengan hari raya idul adha, aku bermaksud pergi ke Klender untuk mengunjungi pamanku, aku berangkat dengan bis Kowanbisata 512, bis yang terkenal dengan keleletannya beruntung meski hari cukup panas situasi lalu lintas tidak terlalu padat sehingga perjalananku bisa dibilang mulus-mulus saja.
Sekitar pukul 2 siang akupun sampai diterminal pulogadung, dari terminal aku naik angkot 27 jurusan kampung melayu, didalam angkot belum kutebar satu senyumpun, kalau-difikir-fikir sayang juga mengapa saat itu aku tidak mensedekahkan satu senyuman, yah tapi apa mau dikata yang sudah lewat ya biarin lewat aja..
Sampai di Klender kulanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat inilah kisah 10 senyum ini kumulai, diperjalanan memasuki gang menuju rumah pamanku aku berjumpa dengan wanita paruh baya, wanita itu memakai daster khas ibu rumah tangga dengan rambut dikuncir karet seadanya, wanita itu memegang sapu lidi
Suatu hari ditanggal 8 desember 2008, bertepatan dengan hari raya idul adha, aku bermaksud pergi ke Klender untuk mengunjungi pamanku, aku berangkat dengan bis Kowanbisata 512, bis yang terkenal dengan keleletannya beruntung meski hari cukup panas situasi lalu lintas tidak terlalu padat sehingga perjalananku bisa dibilang mulus-mulus saja.
Sekitar pukul 2 siang akupun sampai diterminal pulogadung, dari terminal aku naik angkot 27 jurusan kampung melayu, didalam angkot belum kutebar satu senyumpun, kalau-difikir-fikir sayang juga mengapa saat itu aku tidak mensedekahkan satu senyuman, yah tapi apa mau dikata yang sudah lewat ya biarin lewat aja..
Sampai di Klender kulanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat inilah kisah 10 senyum ini kumulai, diperjalanan memasuki gang menuju rumah pamanku aku berjumpa dengan wanita paruh baya, wanita itu memakai daster khas ibu rumah tangga dengan rambut dikuncir karet seadanya, wanita itu memegang sapu lidi
Senin, 15 Desember 2008
The Hard Jakarta
Jakarta... kota inilah yang pilih sebagai tempatku menghabiskan masa dewasaku, semakin lama aku tinggal dikota ini aku semakin menyadari bahwa hidup dijakarta tak semudah dan seindah yang orang kira.
Adalah aku orang sebrang yang bermimpi menaklukan ibukota berbekal ijazah Pondok dan negara kucoba mencari peruntungan dengan menuntut ilmu di salah satu universitas islam di pinggiran kota jakarta sebelah selatan tepatnya di Ciputat, awalnya biasa saja sebagai newcomer aku masih ragu-ragu melangkah, masih takut kemana-mana, masih enggan pergi tuk menjelajah. kuambil zona teramanku dicangkang Ciputat untuk waktu yang cukup lama. Waktu itu Jakarta masih terasa indah tanpa cela masih mudah untuk kucerna dan kunikmati.
Namun kemudian aku bosan, terperangkap dalam zona kemudahan, mataku nyalang memandang kedepan melihat kolegaku telah terbang jauh meninggalkan aku, aku mengambil langkah serabutan kucoba melangkahkan satu kaki, kucoba untuk sedikit melangkah hati-hati. tapi kemudian aku mundur, zona nyamanku terasa terlalu indah tuk ditinggalkan terbang seakan belum menjadi pilihan aku menarik diri aku memilih untuk kembali
Waktu itupun datang, waktu disaat aku tak punya lagi pilihan, waktu seakan terbang dan berjuang adalah jawaban untuk setiap pertanyaan yang sering kulontarkan. Akupun terjun bebas, kutelusuri jalanan Jakarta, kucoba dari arah barat cukup jauh memang di Bogor sana namun zona itu masih aman, zona itu tidaklah menyimpan begitu banyak tantangan.
Namun Jakarta sudah mulai beraksi saat itu, taring taring kelelahan mulai mencengkram tapi aku bertahan dan sedikit kegirangan aha pikirku ini tempatku, aku suka eksistensiku diJakarta. Aku ketagihan aku ingin melihat lagi sisi lain Jakarta kupikir kalau memang yang harus kulewati hanya begini jakarta akan dengan mudah kutaklukan
Tapi aku salah kawan... Sisi kelam itu mulai terkuak, aku mulai tersadar bahwa inilah mengapa orang sering berkata; ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. jika ingin tetap bertahan aku harus terus melawan meski tantangan seperti tak pernah ada habisnya, sering kali tantangan itu tak dapat kulawan, sering terkadang aku ingin menyerah dan kembali. tapi kota ini memang menyimpan misteri karena meski ia membuat hati dan jiwa terasa perih ia juga seperti seorang penari yang terus menggoda dengan segudang janji-janji.
Sebenarnya sebagai seorang anak tak ingin kutinggalkan kota ini karena aku telah berjanji pada hati dan diri untuk tinggal disini menjadi babat alas, menjadi orang yang membangun tempat untuk generasi- generasi setelahku....
Tapi sebagai diriku, kadang aku merasa sedikit ragu mungkinkah dapat kudidik generasi generasi baru itu agar mereka tak terkontaminasi racun-racun Jakarta, mampukah aku membentengi dan membekali mereka agar mereka dapat bertahan melewati terpaan badai kemaksiatan, gelombang indifference, dan arus deras globalisasi jakarta....
karena aku sendiri mulai merasa betapa aku sedikit demi sedikit... pelan- pelan dan dengan halus sekali aku mulai terjangkiti penyakit-penyakit hati, Jakarta yang keras dan angkuh ini membuat aku menjadi bukan aku yang dulu, jakarta telah mengubahku menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dan aku bersyukur untuk itu, tapi jakarta juga telah membentuk aku menjadi orang yang angkuh dan acuh aku mulai membnagun tembok kewaspadaan dan kecurigaan disekelilingku karena Jakarta, inilah Jakarta kota metropolitan yang jelita. this is the hard Jakarta
Adalah aku orang sebrang yang bermimpi menaklukan ibukota berbekal ijazah Pondok dan negara kucoba mencari peruntungan dengan menuntut ilmu di salah satu universitas islam di pinggiran kota jakarta sebelah selatan tepatnya di Ciputat, awalnya biasa saja sebagai newcomer aku masih ragu-ragu melangkah, masih takut kemana-mana, masih enggan pergi tuk menjelajah. kuambil zona teramanku dicangkang Ciputat untuk waktu yang cukup lama. Waktu itu Jakarta masih terasa indah tanpa cela masih mudah untuk kucerna dan kunikmati.
Namun kemudian aku bosan, terperangkap dalam zona kemudahan, mataku nyalang memandang kedepan melihat kolegaku telah terbang jauh meninggalkan aku, aku mengambil langkah serabutan kucoba melangkahkan satu kaki, kucoba untuk sedikit melangkah hati-hati. tapi kemudian aku mundur, zona nyamanku terasa terlalu indah tuk ditinggalkan terbang seakan belum menjadi pilihan aku menarik diri aku memilih untuk kembali
Waktu itupun datang, waktu disaat aku tak punya lagi pilihan, waktu seakan terbang dan berjuang adalah jawaban untuk setiap pertanyaan yang sering kulontarkan. Akupun terjun bebas, kutelusuri jalanan Jakarta, kucoba dari arah barat cukup jauh memang di Bogor sana namun zona itu masih aman, zona itu tidaklah menyimpan begitu banyak tantangan.
Namun Jakarta sudah mulai beraksi saat itu, taring taring kelelahan mulai mencengkram tapi aku bertahan dan sedikit kegirangan aha pikirku ini tempatku, aku suka eksistensiku diJakarta. Aku ketagihan aku ingin melihat lagi sisi lain Jakarta kupikir kalau memang yang harus kulewati hanya begini jakarta akan dengan mudah kutaklukan
Tapi aku salah kawan... Sisi kelam itu mulai terkuak, aku mulai tersadar bahwa inilah mengapa orang sering berkata; ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. jika ingin tetap bertahan aku harus terus melawan meski tantangan seperti tak pernah ada habisnya, sering kali tantangan itu tak dapat kulawan, sering terkadang aku ingin menyerah dan kembali. tapi kota ini memang menyimpan misteri karena meski ia membuat hati dan jiwa terasa perih ia juga seperti seorang penari yang terus menggoda dengan segudang janji-janji.
Sebenarnya sebagai seorang anak tak ingin kutinggalkan kota ini karena aku telah berjanji pada hati dan diri untuk tinggal disini menjadi babat alas, menjadi orang yang membangun tempat untuk generasi- generasi setelahku....
Tapi sebagai diriku, kadang aku merasa sedikit ragu mungkinkah dapat kudidik generasi generasi baru itu agar mereka tak terkontaminasi racun-racun Jakarta, mampukah aku membentengi dan membekali mereka agar mereka dapat bertahan melewati terpaan badai kemaksiatan, gelombang indifference, dan arus deras globalisasi jakarta....
karena aku sendiri mulai merasa betapa aku sedikit demi sedikit... pelan- pelan dan dengan halus sekali aku mulai terjangkiti penyakit-penyakit hati, Jakarta yang keras dan angkuh ini membuat aku menjadi bukan aku yang dulu, jakarta telah mengubahku menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dan aku bersyukur untuk itu, tapi jakarta juga telah membentuk aku menjadi orang yang angkuh dan acuh aku mulai membnagun tembok kewaspadaan dan kecurigaan disekelilingku karena Jakarta, inilah Jakarta kota metropolitan yang jelita. this is the hard Jakarta
Rabu, 26 November 2008
today is a tough day, i faced a lot of problems, i felt a hundred tons of pressure in my heart. it started from the problem in the school with the senior teacher in my school, those questions really drive me crazy, those prejudice, those burdens i just can't imagine how can i stand still. i believe in my face i keep a lot of feeling a lot of secret that i couldn't share to other people. i've lied i am a big liar actually i have made a lot of mistakes and feeling really guilty for that. if only i could change the time i wish i could repair all of things.
second problem that really make me upset was my group problem oh god those people really make mad!!!!!!!!!!!!!!i knew i didn't have any right to feel that angry to them i knew it but i can't hold it their "leletness" make me really upset. somehow i do really regret to be their group member. they don't have spirit, eagerness, and passion to fulfill their task they should have realized that the study is more important than the other rather than party thing please deh it's nothing at all !!!!!!!!!!! i hate them for that!!!!!!!!! and now the worst from ever she left me alone without explanation i hate them all!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
second problem that really make me upset was my group problem oh god those people really make mad!!!!!!!!!!!!!!i knew i didn't have any right to feel that angry to them i knew it but i can't hold it their "leletness" make me really upset. somehow i do really regret to be their group member. they don't have spirit, eagerness, and passion to fulfill their task they should have realized that the study is more important than the other rather than party thing please deh it's nothing at all !!!!!!!!!!! i hate them for that!!!!!!!!! and now the worst from ever she left me alone without explanation i hate them all!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Minggu, 23 November 2008
Jalan itu tuhan...2
09.15 UIN syarif hidayatullah jakarta
dalam hati aku terus berdoa agar dosen statistikku tidak masuk, jahat memang..tapi sungguh saat itu aku benar benar memohon agar aku diberi kesempatan berjuang lagi...agar aku diberi cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya. entah karena keajaiban atau pertolongan dari allah swt setelah sepuluh menit menunggu aku pun mendengar kabar bahwa dosen statistik tidak bisa masuk. saat itu aku ingin menjerit dan melompat kegirangan karena aku sadar yang kubutuhkan saat ini adalah waktu, waktu untuk menuntaskan segalanya. rencana-demi rencana berlarian dalam benakku, berhamburan ingin keluar dari otakku,entah dari yang menyiapkan aplication letter sampai keurusan photo...akhirnya kususun strategi satu-persatu. kuputuskan bahwa langkah pertama tang aku ambil adalah menyusun berkas-berkasku dikosan. kupacu langkahku dengan setengah berlari dengan semangat tinggi menuju tujuanku selanjutnya kosan...........
9.20 Pondok Al-Barkah 2
dengan penuh semangat kumasuki kamarku, kubongkar isi lemari yang memuat berkae-berkasku aplikasiku seelah melihat semuanya dan mengecek kelengkapannya aku memutuskan bahwa langkah kedua ku adalah menyiapkan aplication form, kupicu langkahku menuju rental, alhamdulillah suasana rental cukup sepi dan alhamdulillah lagi bahwa aku cukup mengedit aplikasi itu tanpa harus membuat yang baru jika mengingat waktu yang begitu sempit rasanya aku tak mungkin sempat jika harus memikirkan perubahan segala jadilah aku mulai mengeprint aplikasi tersebut tapi apa nyana ternyata aku melupakan. begitu selesai akupun kembali kekosan kuputuskan untuk membawa semua persyaratan itu gar memudahkan aku dalam bergerak agar aku tidak perlu bolak-balik kekosan lagi, tapi apa nyana ternyata aku kecolongan surat referensi yang kukira isa kugunakan ternyata sudahexpired yang artinya sudah tak bisa kugunakan lagi karena tanggal pembuatanya sudah terlalu lama, terpaksa aku harus kembali lagi ke rental dan memperbaiki salah satu apliksi. etelah semua kuanggap beres akupun segera melaju kepesanggrahan untuk rencana selanjutnya
pukul 11.00 photokopian diaz
kupacu langkahku menuju photokopian, dan kupinta mas-mas penjaga photokopian untuk memphotokopi sebanyak empat kali, akupunberfikir untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu untuk mengurus photo terlebih dahulu akhirnya kuputuskan untuk pergi ketukang photo sebelum akhirnya menyerahkan surat-surat untuk ditandatangani.
dalam hati aku terus berdoa agar dosen statistikku tidak masuk, jahat memang..tapi sungguh saat itu aku benar benar memohon agar aku diberi kesempatan berjuang lagi...agar aku diberi cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya. entah karena keajaiban atau pertolongan dari allah swt setelah sepuluh menit menunggu aku pun mendengar kabar bahwa dosen statistik tidak bisa masuk. saat itu aku ingin menjerit dan melompat kegirangan karena aku sadar yang kubutuhkan saat ini adalah waktu, waktu untuk menuntaskan segalanya. rencana-demi rencana berlarian dalam benakku, berhamburan ingin keluar dari otakku,entah dari yang menyiapkan aplication letter sampai keurusan photo...akhirnya kususun strategi satu-persatu. kuputuskan bahwa langkah pertama tang aku ambil adalah menyusun berkas-berkasku dikosan. kupacu langkahku dengan setengah berlari dengan semangat tinggi menuju tujuanku selanjutnya kosan...........
9.20 Pondok Al-Barkah 2
dengan penuh semangat kumasuki kamarku, kubongkar isi lemari yang memuat berkae-berkasku aplikasiku seelah melihat semuanya dan mengecek kelengkapannya aku memutuskan bahwa langkah kedua ku adalah menyiapkan aplication form, kupicu langkahku menuju rental, alhamdulillah suasana rental cukup sepi dan alhamdulillah lagi bahwa aku cukup mengedit aplikasi itu tanpa harus membuat yang baru jika mengingat waktu yang begitu sempit rasanya aku tak mungkin sempat jika harus memikirkan perubahan segala jadilah aku mulai mengeprint aplikasi tersebut tapi apa nyana ternyata aku melupakan. begitu selesai akupun kembali kekosan kuputuskan untuk membawa semua persyaratan itu gar memudahkan aku dalam bergerak agar aku tidak perlu bolak-balik kekosan lagi, tapi apa nyana ternyata aku kecolongan surat referensi yang kukira isa kugunakan ternyata sudahexpired yang artinya sudah tak bisa kugunakan lagi karena tanggal pembuatanya sudah terlalu lama, terpaksa aku harus kembali lagi ke rental dan memperbaiki salah satu apliksi. etelah semua kuanggap beres akupun segera melaju kepesanggrahan untuk rencana selanjutnya
pukul 11.00 photokopian diaz
kupacu langkahku menuju photokopian, dan kupinta mas-mas penjaga photokopian untuk memphotokopi sebanyak empat kali, akupunberfikir untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu untuk mengurus photo terlebih dahulu akhirnya kuputuskan untuk pergi ketukang photo sebelum akhirnya menyerahkan surat-surat untuk ditandatangani.
Kamis, 20 November 2008
J:ALAN ITU...TUHAN 1
PUKUL 09.00 WIB Kampus UIN Syarif Hidayatullah
Aku menelpon Mila bermaksud memberitahukan bahwa aku sudah keluar dari ruang 411 dan akan pindah ruang apalagi saat itu aku akan mengikuti UTS statistik, dengan tak sabar kuhubungi Mila sempat aku bersuudzon sedikit mengira bahwa ia tidak mau mengangkat telponku. Baru saja hendak kutekan huruf2 dihandphoneku dengan niat mengirim sms tiba-tiba ia muncul dari arah tangga segera kuhampiri ia dan kuserahkan surat yang ia titipkan padaku, sebelumnya surat itupun telah kucopy karena aku merasa tidak enak karena tidak pernah membalas smsnya
Baru kemudian kukataklan padanya bahwa aku bermaksud untk menyerah dengan sengaja dan sadar aku bermaksud untuk menyerah saja dari arena pertandingan, aku tidak akan melamar untuk beasiswa IELSP...Betapa terkejutnya mila mendengar apa yang aku katakan iapun bertanya apa alasanku melakukan itu kukatakasn padanya bahwa coipy legalisir milikku kurang jadi itu artinya aku tidak akan mamui memenuhi syarat administrasi untuk aplikasi tersebut Mila pun menyemangatiku dan mengatakan bahwa syarat yang dsibutuhkan hanya tiga copy legalisir saja aku terkejut dan takmenyangka betapa naif dan bodohnya aku selama ini ternyata yang dibutuhkan cuma tiga. sekejap adrenalin mengalir deras disetiap pembuluh darahku setiap desah nafasku berkata aku tak boleh menyerah, mungkin ini pertanda bahwa aku harus berjuang bahwa aku harus bergerkj dan berlari mengejar semua mimpi mimpiku akupun bergegas tertatih terseok mengumpulkan setiap keping dan puing semangat yang sempat terserak dan tercerabut dari benak dan sanubariku. sampai akhirnya kekuatanku muncuil kemabali dan akupun berjuang lagi
Aku menelpon Mila bermaksud memberitahukan bahwa aku sudah keluar dari ruang 411 dan akan pindah ruang apalagi saat itu aku akan mengikuti UTS statistik, dengan tak sabar kuhubungi Mila sempat aku bersuudzon sedikit mengira bahwa ia tidak mau mengangkat telponku. Baru saja hendak kutekan huruf2 dihandphoneku dengan niat mengirim sms tiba-tiba ia muncul dari arah tangga segera kuhampiri ia dan kuserahkan surat yang ia titipkan padaku, sebelumnya surat itupun telah kucopy karena aku merasa tidak enak karena tidak pernah membalas smsnya
Baru kemudian kukataklan padanya bahwa aku bermaksud untk menyerah dengan sengaja dan sadar aku bermaksud untuk menyerah saja dari arena pertandingan, aku tidak akan melamar untuk beasiswa IELSP...Betapa terkejutnya mila mendengar apa yang aku katakan iapun bertanya apa alasanku melakukan itu kukatakasn padanya bahwa coipy legalisir milikku kurang jadi itu artinya aku tidak akan mamui memenuhi syarat administrasi untuk aplikasi tersebut Mila pun menyemangatiku dan mengatakan bahwa syarat yang dsibutuhkan hanya tiga copy legalisir saja aku terkejut dan takmenyangka betapa naif dan bodohnya aku selama ini ternyata yang dibutuhkan cuma tiga. sekejap adrenalin mengalir deras disetiap pembuluh darahku setiap desah nafasku berkata aku tak boleh menyerah, mungkin ini pertanda bahwa aku harus berjuang bahwa aku harus bergerkj dan berlari mengejar semua mimpi mimpiku akupun bergegas tertatih terseok mengumpulkan setiap keping dan puing semangat yang sempat terserak dan tercerabut dari benak dan sanubariku. sampai akhirnya kekuatanku muncuil kemabali dan akupun berjuang lagi
Langganan:
Postingan (Atom)
