Rabu, 26 November 2008

today is a tough day, i faced a lot of problems, i felt a hundred tons of pressure in my heart. it started from the problem in the school with the senior teacher in my school, those questions really drive me crazy, those prejudice, those burdens i just can't imagine how can i stand still. i believe in my face i keep a lot of feeling a lot of secret that i couldn't share to other people. i've lied i am a big liar actually i have made a lot of mistakes and feeling really guilty for that. if only i could change the time i wish i could repair all of things.
second problem that really make me upset was my group problem oh god those people really make mad!!!!!!!!!!!!!!i knew i didn't have any right to feel that angry to them i knew it but i can't hold it their "leletness" make me really upset. somehow i do really regret to be their group member. they don't have spirit, eagerness, and passion to fulfill their task they should have realized that the study is more important than the other rather than party thing please deh it's nothing at all !!!!!!!!!!! i hate them for that!!!!!!!!! and now the worst from ever she left me alone without explanation i hate them all!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 23 November 2008

Jalan itu tuhan...2

09.15 UIN syarif hidayatullah jakarta
dalam hati aku terus berdoa agar dosen statistikku tidak masuk, jahat memang..tapi sungguh saat itu aku benar benar memohon agar aku diberi kesempatan berjuang lagi...agar aku diberi cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya. entah karena keajaiban atau pertolongan dari allah swt setelah sepuluh menit menunggu aku pun mendengar kabar bahwa dosen statistik tidak bisa masuk. saat itu aku ingin menjerit dan melompat kegirangan karena aku sadar yang kubutuhkan saat ini adalah waktu, waktu untuk menuntaskan segalanya. rencana-demi rencana berlarian dalam benakku, berhamburan ingin keluar dari otakku,entah dari yang menyiapkan aplication letter sampai keurusan photo...akhirnya kususun strategi satu-persatu. kuputuskan bahwa langkah pertama tang aku ambil adalah menyusun berkas-berkasku dikosan. kupacu langkahku dengan setengah berlari dengan semangat tinggi menuju tujuanku selanjutnya kosan...........

9.20 Pondok Al-Barkah 2
dengan penuh semangat kumasuki kamarku, kubongkar isi lemari yang memuat berkae-berkasku aplikasiku seelah melihat semuanya dan mengecek kelengkapannya aku memutuskan bahwa langkah kedua ku adalah menyiapkan aplication form, kupicu langkahku menuju rental, alhamdulillah suasana rental cukup sepi dan alhamdulillah lagi bahwa aku cukup mengedit aplikasi itu tanpa harus membuat yang baru jika mengingat waktu yang begitu sempit rasanya aku tak mungkin sempat jika harus memikirkan perubahan segala jadilah aku mulai mengeprint aplikasi tersebut tapi apa nyana ternyata aku melupakan. begitu selesai akupun kembali kekosan kuputuskan untuk membawa semua persyaratan itu gar memudahkan aku dalam bergerak agar aku tidak perlu bolak-balik kekosan lagi, tapi apa nyana ternyata aku kecolongan surat referensi yang kukira isa kugunakan ternyata sudahexpired yang artinya sudah tak bisa kugunakan lagi karena tanggal pembuatanya sudah terlalu lama, terpaksa aku harus kembali lagi ke rental dan memperbaiki salah satu apliksi. etelah semua kuanggap beres akupun segera melaju kepesanggrahan untuk rencana selanjutnya

pukul 11.00 photokopian diaz
kupacu langkahku menuju photokopian, dan kupinta mas-mas penjaga photokopian untuk memphotokopi sebanyak empat kali, akupunberfikir untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu untuk mengurus photo terlebih dahulu akhirnya kuputuskan untuk pergi ketukang photo sebelum akhirnya menyerahkan surat-surat untuk ditandatangani.

Kamis, 20 November 2008

J:ALAN ITU...TUHAN 1

PUKUL 09.00 WIB Kampus UIN Syarif Hidayatullah
Aku menelpon Mila bermaksud memberitahukan bahwa aku sudah keluar dari ruang 411 dan akan pindah ruang apalagi saat itu aku akan mengikuti UTS statistik, dengan tak sabar kuhubungi Mila sempat aku bersuudzon sedikit mengira bahwa ia tidak mau mengangkat telponku. Baru saja hendak kutekan huruf2 dihandphoneku dengan niat mengirim sms tiba-tiba ia muncul dari arah tangga segera kuhampiri ia dan kuserahkan surat yang ia titipkan padaku, sebelumnya surat itupun telah kucopy karena aku merasa tidak enak karena tidak pernah membalas smsnya
Baru kemudian kukataklan padanya bahwa aku bermaksud untk menyerah dengan sengaja dan sadar aku bermaksud untuk menyerah saja dari arena pertandingan, aku tidak akan melamar untuk beasiswa IELSP...Betapa terkejutnya mila mendengar apa yang aku katakan iapun bertanya apa alasanku melakukan itu kukatakasn padanya bahwa coipy legalisir milikku kurang jadi itu artinya aku tidak akan mamui memenuhi syarat administrasi untuk aplikasi tersebut Mila pun menyemangatiku dan mengatakan bahwa syarat yang dsibutuhkan hanya tiga copy legalisir saja aku terkejut dan takmenyangka betapa naif dan bodohnya aku selama ini ternyata yang dibutuhkan cuma tiga. sekejap adrenalin mengalir deras disetiap pembuluh darahku setiap desah nafasku berkata aku tak boleh menyerah, mungkin ini pertanda bahwa aku harus berjuang bahwa aku harus bergerkj dan berlari mengejar semua mimpi mimpiku akupun bergegas tertatih terseok mengumpulkan setiap keping dan puing semangat yang sempat terserak dan tercerabut dari benak dan sanubariku. sampai akhirnya kekuatanku muncuil kemabali dan akupun berjuang lagi

Minggu, 10 Agustus 2008

Alec Bourne

An education isn't how much you have committed to memory, or even how much you know. It's being able to differentiate between what you do know and what you don't.

Anatole France

Education is the best provision for old age.

Aristotle

It is the mark of an educated mind to be able to entertain a thought without accepting it.

Aristotle

Only the educated are free.

Epictetus

America believes in education: the average professor earns less money in a whole year than a professional athlete earns in a week.

Evan Esar

Good teaching is one-fourth preparation and three-fourths theater.

Gail Godwin

A fool's brain digests philosophy into folly, science into superstition, and art into pedantry.

George Bernard Shaw

A student by definition doesn't know what he or she doesn't know.

Michael Gorman

A teacher affects eternity; he can never tell, where his influence stops.

Henry Brooks Adams

A teacher is one who makes himself progressively unnecessary.

Thomas Carruthers

Only two things are infinite, the universe and human stupidity, and I'm not sure about the former.

Albert Einstein

Knowledge speaks, but wisdom listens.

Jimmy Hendrix

Obstacles are those frightful things you see when you take your eyes off your goal.

Henry Ford

Success usually comes to those who are too busy to be looking for it.

Henry David Thoreau

Learning is a treasure that will follow its owner everywhere.

Chinese Proverb

If you plan for a year, plant a seed. If for ten years, plant a tree. If for a hundred years, teach the people.

Kuang Chung

You are educated when you have the ability to listen to almost anything without losing your temper or self-confidence.

Robert Frost

To teach is to learn twice.

Joseph Joubert

Education's purpose is to replace an empty mind with an open one.

Malcolm Forbes

As long as you live, keep learning how to live.

Seneca

Who dares to teach must never cease to learn.

John Cotton Dana

Education is to mould the human being for ongoing change and even for the eventual crisis which might arise as a result of the transition.

Miguel Ángel Escotet

The highest result of education is tolerance.

Helen Keller

There are two types of education... One should teach us how to make a living, And the other how to live.

John Adams

Whatever is good to know is difficult to learn.

Greek Proverb

The primary purpose of a liberal education is to make one's mind a pleasant place in which to spend one's leisure.

Sidney J. Harris

Education is not the filing of a pail, but the burning of a fire

William Butler Yeats

Pain makes man think. Thought makes man wise. Wisdom makes life endurable.

John Patrick

Education is the cheapest defense of nations.

Edmund Burke

He who opens a school door, closes a prison.

Victor Hugo

Teachers are more than any other class the guardians of civilization.

Bertrand Russell

What the teacher is, is more important than what he teaches.

Karl Menninger

Teaching that impacts is not head to head, but heart to heart.

Howard G. Hendricks

One looks back with appreciation to the brilliant teachers, but with gratitude to those who touched our human feelings.

Carl Gustav Jung

The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.

William Arthur Ward

I touch the future, I teach

Christa McAuliffe

What is and how to achieve happiness? Buying objects / things?....That's what we are told every day by hundreds of commercial ads. Have knowledge and wisdom anything to do with happiness?


José Martí, a great Cuban thinker and patriot, once gave this advice in his famous Letter to Maria Mantilla, who many believe was his daughter:

"La elegancia..., -la grande y verdadera, -está en la altivez y fortaleza del alma. Un alma honrada, inteligente y libre, da al cuerpo más elegancia, y más poderío..., que las modas más ricas de las tiendas. Mucha tienda, poca alma. Quien tiene mucho adentro, necesita poco afuera. Quien lleva mucho afuera, tiene poco adentro, y quiere disimular lo poco. Quien siente su belleza, la belleza interior, no busca afuera belleza prestada: se sabe hermosa, y la belleza echa luz. Procurará mostrarse alegre, y agradable a los ojos, porque es deber humano causar placer en vez de pena, y quien conoce la belleza la respeta y la cuida en los demás y en sí."
José Martí
  • "Elegance..., - the really great and true one, - is in the pride and strength of the soul. An honest, intelligent and free soul gives to the body more elegance and more power..., than the richest fashions of the stores. Much store, little soul. Who has much inside, needs little outside. Who needs to dress up outside, has little inside, and wants to conceal the little. Who feels her/his own beauty, the inner beauty, does not look outside for lent beauty: she/he knows she/he is beautiful and the beauty sparkles light. She/he should try to look cheerful and pleasant to the eyes, because it is a human duty to cause pleasure instead of pain, and the one who knows what beauty is, respects it and takes care of it in others and in himself."

José Martí
Think about this...

Minggu, 11 Mei 2008

teringat lagi

hari ini aku menonton sassy girl chun hyang lagi, entah untuk keberapa kalinya, tapi tak sekalipun aku merasa b0san. menonton film ini membuatku sekali lagi teringat akan perasaan itu, rasa hangat didalam dada saat melihat lee mon ryong, sungguh jiwaku yang romantis ini berharap suatu saat dapat berjumpa dengan sosok yang bisa mencintai aku sedalam itu, adakah orangnya yang akan menyelimutiku dimalam hari ketika aku terlalu penat untuk tidur ditempat tidur, mengobati lukaku saat aku tidak menyadarinya, sungguh tuhan aku ingin jadi kumohon kirimkanlah padaku kekasih yang mencintai aku sebesar itu.....

Kamis, 08 Mei 2008

tapi jangan panggil aku rara kalau aku keder semudah itu, maka dengan percaya diri kurautlah kedua ujung pinsilku jadilah kini aku mempunyai dua pinsil, lumayan pikirku
selesai meraut pinsil kamipun tenggelam dalam fikiran masing-masing. sambil mengisi kesunyian kucoba mengulang kembali soal-soal yang telah kupelajari. beberapa saat kemudian muncullah 2 orang pengawas, dengan gaya mereka menenteng satu kardus yang kami yakini sebagai lemabaran soal lalu tanpa berkata-kata mereka mulai sibuk keluar masuk ruangan yang tadinya terkunci. kami bertanya-tanya dalam hati apa ya kira-kira yang mereka kerjakan didalam sana?
belum hilang rasa penasaran kami tiba-tiba kedua pengawas itu keluar sambil menggotong meja, aha kalau yang ini akupun bisa menebak rupanya kedua pengawas itu tengah menyiapkan meja untuk daftar ulang
lalu kamipun diminta untuk berbaris tak lupa kami diperingatkan untuk menyiapkan kartu identirtas dan slip pembayaran, maka mulai berbarislah kami seperti rombongan anak-anak mengantri ingin masuk taman hiburan, tapi tak seperti anak2 yang masuk dengan wajah senang kami semua masuk dengan wajah tegang. giliranku tiba, segera kukeluarkan slip pembayaranku tapi apa lacur aku lupa mengeluarkan kartu identitasku, sipengawaspun menatapku dengan pandangan sinis, "ya sudah tukar dulu sama yang belakang" katanya ketus
dengan perasaan malu akupun pindah ke belakang dandengan segera kukeluarkan ktpku dan segera menyerahkannya pada sang pengawas dengan gesit ia memeriksa identitasku dan

Sabtu, 03 Mei 2008

mimpi itu tuhan......

jalan menuju impian itu sangatlah terjal, begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang kucurahkan demi sebuah harapan dan angan-angan bernama impian...
adalah IELSP bea siswa untuk mengikuti short course selama dua bulan ke negri paman sam. berawal dari keberhasilan kakak-kakak kelas yang pernah mencicipi manisnya menuntut ilmu disana, akupun merajut asa mengurai usaha demi sebuah cita-cita bertandang ke amerika.
maka mulailah aku dan tiga kwanku berjibaku, menyingsingkan lengan baju berjuang dengan segenap akal, tenaga dan fikiran kami. berjuang demi sebuah kata "mimpi"
demi beasiswa itu kami harus menempuh tiga rintangan.
rintangan pertama adalah test TOEFL, bukan main kawan padahal baru sekali ikut test toefl, prediksi pula, sudah kadaluarsa lagi, (secara kawan test itu kuambil dua tahun yang lalu) aku dengan jumawa pergi kemenara imperium lantai 28 menuju kantor IIEF dengan uang 250 ribu(untungnya waktu itu baru dapat uang arisan)ditangan berseru dengan semangat berkobar kobar "mbak saya mau mendaftar test TOEFL"
kau pasti berfikir alamak berani kali gadis ini, ikut test TOEFL ITP hanya bermodalkan buku baron, paper structure(yang pada akhir test hilang ketinggalan dicounter hp), dan latihan kilat diwarnet.
lalu selama 4 hari akupun bermetamorfosa menjadi kutu buku, kubawa buku structureku kemana-mana, kukerjakan soal-soal toefl itu sampai larut malam. Setelah empat hari otakku digodok dalam kawah candradimuka, waktu ujianpun tiba. aku dan kawan-kawanku janjian bertemu di gerbang masuk UIN, rencananya kami akan berangkat bersama-sama menuju wisma PKBI(tempat dimana ujian itu dilaksanakan), sesampainya ditempat ujian kutemui dua kawanku yang sudah menunggu
"sory ya bu, telat" kataku
"mila kira mila yang telat, eh pas dah nyampe sini ternyata mila yang duluan"
" sorry deh bu, sorry" sesalku lagi
" that's oke koq ra kita juga msih nungguin fahmi" kata ika
sembari menunggu fahmi, obrolanpun berlangsung santai, secara tidak sengaja mataku pun tertuju pada papan ujian(itu lo papan triplek yang biasa dipakai untuk UAN), meihat itu akupun bertanya " emang harus bawa papan segala mil? bukannya mejanya lumayan datar"
" ya buat jaga-jaga aja ra, daripada entar gak item pas ngisi lembar jawaban"
"kamu bawa juga ka?" tanyaku pada temanku yang lain
"iya..." jawab ika. Waduh pikirku pada bawa ni masa gue gak sih,
"emang rara gak kepikiran mesti bawa papan segala?, mila sih udah prepare dari kemarin"
" ya nih gimana dong ya..." keluhku
"mungkin fahmi punya kali ra, dia kan ujiannya jam sebelas gitu, pinjam aja papan dia dulu"
" betul juga! " seruku, segera kucoba menghubungi fahmi ternyata nihil kawan ternyata si fahmipun tidak memiliki papan itu, maka dengan wajah bermuram durja kuhampiri kedua kawanku
" udah ra beli aja, tuh ada toko disebrang"
maka dengan tergesa kusebrangi jalan dan dengan segera kubeli papan triplek itu.
setelah papan sudah terbeli kamipun segera berangkat,
sesampainya diwisma PKBI, ternyata baru segelintir orang yang sudah datang. kamipun duduk dibangku yang sudah disediakan, sambil menunggu pengawas ujian, dan pintu dibukakan kawanku mengeluarkan kotak pinsilnya, betapa terkejutnya aku kawan, ternyata kawanku membawa tiga buah pinsil..tiga buah pinsil belum lagi reda aku dari rasa terkejut, aku melihat kawanku itu meraut kedua ujung pinsil weleh weleh bukan main kalau dikalkulasi kawanku ini sudah punya enam pinsil sekaligus!!!!
aku meludah dengan susah payah
" banyak amat pinsilnya mil" komentarku
"emang, kemaren mila dibilangin ama kak asep, katanya kalau mau ujian siapin pensil yang banyak, soalnya gak akan ada waktu buat ngeraut. mati aku batinku panik